Layanan JIH
Layanan Fisioterapi | Layanan Fisioterapi |
|
|
| Layanan JIH | ||||||||
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||||
| Tuesday, 25 September 2007 | ||||||||
|
Pelayanan fisioterapi sebenarnya sudah dimulai sejak 2000 tahun sebelum masehi. Fisioterapi dilakukan dengan cara mandi uap, pemijatan dan pemakaian mineral. Munculnya tokoh ilmuwan kedokteran modern yaitu Hipocrates dan memperkenalkan pengobatan fisioterapi dengan lebih lengkap yaitu dengan menggunakan udara segar, hidroterapi, gymanastik dan pemijatan modern. Seiring perkembangannya yang begitu dinamis fisioterapi kini yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berperan aktif memberikan kontribusi terhadap upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal yang dibutuhkan baik individu maupun kelompok dalam mencegah, intervensi dan pemulihan gangguan gerak fungsional melalui proses fisioterapi Saat ini ruang lingkup penanganan kasus - kasus penyakit yang membutuhkan pelayanan fisioterapi makin luas seperti kasus pada orthopaedi, neurologi, pediatri, geriatri, ,kardiorespirasi, dan lain-lain. Aspek pendekatan pelayanan fisioterapi meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Makin tingginya pengetahuan masyarakat dibidang kesehatan, tentunya tuntutan pelayanan kesehatanpun makin tinggi, termasuk didalamnya kualitas pelayanan Fisioterapi. Mencermati perkembangan tersebut, Layanan Rehabilitasi Medik (FISIOTERAPI) JIH berusaha memberikan pelayanan Fisioterapi dengan kualitas global, yang berorientasi pada problematik pasien dan terjangkau oleh masyarakat serta menggunakan konsep fisioterapi terkini yang didukung modalitas fisioterapi yang modern dan tenaga fisioterapis yang profesional
Pelayanan Fisioterapi JIH Short/Micro Wave Diathermy Terapi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Ultra Sound Terapi dengan menggunakan gelombang ultra sonic. Interferenstial Therapy Terapi dengan menggunakan rangsang elektirs frekuensi menengah. Faradisasi/Galvanicasi Terapi dengan meggunakan rangsang elektris frekuensi rendah. Tens Terapi dengan menggunakan rangsang elektris frekuensi rendah. Infra Red Terapi dengan menggunakan sinar infra merah. Parafin Bath Terapi dengan menggunakan lilin cair. Cold Therapy/Polar Care 500 Terapi dengan menggunakan media es. Cervical / Lumbal Traction Terapi dengan menggunakan tarikan pada leher / pinggang. Nebulizer / Inhalasi Therapy Terapi dengan penguapan obat + Chest Fisioterapi. Manual Therapy Terapi dengan cara menggerakkan otot dan persendian. Exercise Therapy Terapi dengan menggunakan metode latihan khusus. Manual Lymph Drainage Vodder Terapi massage pada pembuluh limfe dan kelenjar Limfe. Test dan Evaluasi MMT, ROM, Functional Examination, dll
Kasus – kasus yang dapat ditangani antara lain : Kondisi Neurologi. Gangguan gerak dan fungsi akibat : CVA, Meningoenchepalitis , Post Traumatism Operation on Brain., HNP, Progressive Muscular Athropy, Bell’s Palsy, Erb’s Paralyse, Drop Hand, Drop Foot, Migrain, Enchepalitis letárgica, dll Kondisi Orthopaedi Gangguan gerak dan fungís akibat : Torticolis, Conginetal Hip Dislocation, Talipes Equino Varus, Strain, Sprain, Subluxation, Dislocation, Fracture, dll Kondisi Kerusakan dan Kelainan Osteoarthritis, Rheumatoid Arthritis, Tenovaginitis, Bursitis, Myositis Ossifican, Arthrose Deformans,, Ligamentum Calcification, Spur Formation, Osteoporose. Scoliosis, Kyposis, Lordosis dll. Kondisi Ginekologi dan Obstetri Peradangan , Kelainan Menstruasi dan Gangguan Kesuburan. Senam Hamil dan Senam Nifas, Pijat Bayi Kondisi Kardio Respirasi Rehabilitasi Fisik pada Gangguan Jantung & Respirasi a. Mitral Desease, Pulmonary Stenosis, Aortic Desease, Coronary, Tetralogi Fallot, A.S.D, V.S.D b. Gangguan Sistem Respiratori Bronchitis Chronis, Asthma Bronchiale, Pleuritis, Broncheactase, Bronchopneumonia, Emphysema Kondisi Telinga Hidung dan Tenggorokan Otitis Media, Tinitus, Sinusitis, Pharingitis, Radang Selaput Lendir Kronis. Fisioterapi untuk tujuan pencegahan a. Fisioterapi preventive pada penderita yang di rawat lama. b. Fisioterapi preventive pada pekerja yang terbiasa dengan sikap, posisi, gerak tubuh tertentu. Contoh : Duduk, Berdiri, Mengangkat berat. Kondisi Gigi. Post extraksi gigi, orthodonsi, gangguan gusi, paradentose. Kondisi Penyakit Dalam Akibat keluhan organ dalam : Liver, Usus (penyakit Crohn), Konstipasi, Limfeoedema, Artritis, Chronic Nephritis, Polyarthritis kronis, Coxatrosis, Diabetes,Cervicalgia, Headache Periarthritis humeroscapularis , Cistitis and Bed Wetting, Hemorroids, Loss of Vitality and Impotente, Colecistitis (Inflammation of The Gall), Chronic Enteritis, Low Blood Pressure, Chilling/menggigil,. Gastritis and Gastric Ulcer, Poor Appetite and Stomach Conculsions (nafsu makan rendah), Menopause, Insomnia Kondisi Penyakit Kulit Exzema kronis, Acne, Jaringan parut post operasi. Wrinkel Add as favourites (188) | Quote this article on your site | Views: 13059 | Cetak | E-mail
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||||
| Update Terakhir ( Friday, 13 August 2010 ) | ||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|