|
PROSEDUR DIAGNOSTIK NYERI KEPALA |
|
|
|
Ditulis Oleh Humas
|
|
Tuesday, 30 June 2009 |
|
Sebaiknya kita waspada dengan nyeri kepala. Tidak hanya dengan konsumsi obat sakit kepala biasa, namun sebaiknya nyeri kepala ditangani dengan lebih komprehensif. Tidak hanya menghilangkan gejala nyerinya saja, tapi perlu dilakukan deteksi untuk menemukan penyebab utama nyeri kepala tersebut sehingga penyebab terjadinya bisa dihilangkan.
Nyeri kepala adalah rasa nyeri yang yang berlokasi di atas garis yang sejajar dengan mata dan telinga. Nyeri seperti ini biasanya timbul karena adanya rangsang terhadap organ-organ di daerah kepala dan leher yang peka. Ada berbagai macam jenis nyeri kepala, namun yang paling kerap terjadi antara lain migraine dan vertigo. Migrain adalah nyeri kepala berdenyut pada satu sisi kepala, kadang disertai mual dan ada gejala hipersensitivitas terhadap lingkungan sekitar misalnya cahaya, suara atau bau-bauan. Sedangkan yang disebut dengan vertigo adalah adanya sensasi berputar sehingga penderita merasa pusing dan seperti mau jatuh walaupun sebenarnya tubuh penderita tidak bergerak. Vertigo ini disebabkan karena adanya gangguan pada saraf keseimbangan di kepala. Kebanyakan, nyeri kepala sebenarnya merupakan gejala ringan namun bisa jadi merupakan pertanda dari penyakit yang berat dan berbahaya, terutama bila terjadi secara mendadak dan tiba-tiba menjadi berat dan progresif. Kenyataannya sekitar 30% penderita tumor otak merasakan nyeri kepala sebagai gejala awal. Nyeri itu terjadi karena adanya pembengkakan lokal atau kerusakan pembuluh darah di sekitar tumor yang akhirnya menyebabkan tekanan tinggi di dalam kepala yang menekan saraf otak.
Karena itu, sebaiknya kita waspada dengan nyeri kepala. Tidak hanya dengan konsumsi obat sakit kepala biasa, namun sebaiknya nyeri kepala ditangani dengan lebih komprehensif. Tidak hanya menghilangkan gejala nyerinya saja, tapi perlu dilakukan deteksi untuk menemukan penyebab utama nyeri kepala tersebut sehingga penyebab terjadinya bisa dihilangkan. Untuk mendeteksi penyebab nyeri kepala ini dapat dilakukan pemeriksaan dengan bantuan alat diagnostik dibawah pengawasan dokter. Alat diagnostik yang biasa digunakan dokter untuk memperkuat diagnosa dalam kasus nyeri kepala antara lain CT Scan [Computed Tomography Scan] dan MRI [Magnetic Resonance Imaging]. Kedua alat ini dapat memberikan gambaran di kepala secara detail. Alat lain yang bisa digunakan adalah EEG [Electroencephalography] yaitu alat untuk mengetahui ada tidaknya gangguan syaraf beserta lokasinya, dan BERA [Brain Evoke Respond Auditory] yang digunakan untuk mendeteksi jenis dan gangguan vertigo. Berdasarkan temuan yang didapatkan dari hasil pemeriksaan dengan alat-alat bantu diagnostik ini maka dokter akan memberikan terapi yang paling tepat untuk kesembuhan pasien. Termasuk jika ternyata ditemukan komplikasi dengan penyakit lain seperti hipertensi atau diabetes, maka akan dilakukan terapi secara terpadu.
Jogja International Hospital menyediakan layanan professional bagi perawatan nyeri kepala dengan tetap memperhatikan kenyamanan bagi customer. Alat bantu diagnosa seperti CT Scan, MRI, EEG dan BERA sudah tersedia di JIH, dan dengan dukungan tenaga medis yang kompeten pada bidangnya serta tenaga paramedis yang terampil, pemeriksaan gangguan nyeri kepala dapat dilakukan secara menyeluruh dengan cepat dan akurat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan ini dapat menghubungi 0274-446-3535 atau website www.rs-jih.com. Add as favourites (87) | Quote this article on your site | Views: 2613 | Cetak | E-mail
|
- Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
|
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |
|
Update Terakhir ( Friday, 11 September 2009 )
|